Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. 3D & Motion Graphics
  2. Maya
Cgi

Memahami Particles dan Dynamics dalam Maya — Bagian 21

by
Difficulty:IntermediateLength:ShortLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Febri Ardian Sanjoyo (you can also view the original English article)

Di bagian seri ini, saya akan menunjukkan kepada Anda cara membuat partikel yang terbakar dan terbang menggunakan particle dan dinamic fluida di Maya.

Preview


1. Menyiapkan Sistem Particle

Step 1

Buka Maya.

Open Maya
Buka Maya

Step 2

Lompat ke mode Dynamics. Pergi ke Particle> Creat Emitter.

Particles Create Emitter
Particles > Create Emitter

Step 3

Sebuah ikon volumetric spherical particle emitter akan dibuat di grid, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

A volumetric spherical particle emitter icon
Sebuah ikon volumetric spherical particle emitter

Step 4

Klik pada ikon Animation Preferences di sudut kanan bawah. Ini membuka jendela Preferences. Atur nilai Playback Speed ke Real Time 24 fps dan klik Save.

Animation Preferences
Animation Preferences

Step 5

Dengan Emitter dipilih, buka atribut emitter1 dan Set Key nilai Rate (Particle/ Sec) menjadi 400 pada frame 1 dan 6.

Particles Sec to 400
(Particles/ Sec) ke 400

Step 6

Pada frame ke-7, Set Key nilainya menjadi 0. Tindakan ini akan menghentikan emisi particle dari frame ke-7 dan seterusnya.

Set Key
Set Key

Step 7

Pergi ke Volume Speed Attributes dan tetapkan nilai Away From Center ke 35.

Volume Speed Attributes
Volume Speed Attributes

Step 8

Setel nilai Random Direction ke 4.

Random Direction
Random Direction

Step 9

Set the value of Along Axis to 15.

Along Axis
Along Axis

Step 10

Buat bidang tanah. Pilih emitter diikuti oleh bidang tanah dan pergi ke Particles > Make Collide.

Particles Make Collide
Particles > Make Collide

Step 11

Dengan memilih sistem partikel, buka Fields> Gravity.

Fields Gravity
Fields > Gravity

Step 12

Pergi ke atribut gravityField1 dan tingkatkan nilai Magnitude menjadi 70.

gravityField1 attribute
gravityField1 attribute

2. Menyiapkan Fluid Dynamics System

Step 1

Lompat dalam mode Dynamics. Buka Fluid Effects > Create 3D Container dan gambar 3D fluid container di view port, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

Fluid Effects Create 3D Container
Fluid Effects > Create 3D Container

Step 2

Pilih particle yang diikuti oleh container. Pergi ke Fluids > Add/ Edit Contents > Emit from Object dan klik pada option box.

Fluids Add Edit Contents Emit from Object
Fluids > Add/ Edit Contents > Emit from Object

Step 3

Atur Emitter name sebagai Chunks Emitter dan klik tombol Apply and Close.

Emitter name
Nama Emitter

Step 4

Pergi ke fluidShape1 atribut dan atur nilai Base Resolution ke 50, Boundary X to None, Boundary Y ke –Y Side, dan Boundary Z to None.

Go to fluidShape1 attribute
Pergi ke fluidShape1 attribute

Step 5

Atur nilai Temperature dan Fuel ke Dynamic Grid.

Set the values of Temperature and Fuel to Dynamic Grid
Atur nilai Temperature dan Fuel ke Dynamic Grid.

Step 6

Di bawah peluncuran Dynamic Simulation, atur nilai dari High Detail Solve ke All Grids, Substeps ke 2, Solver Quality ke 30, Simulation Rate Scale ke 1.5, dan hidupkan opsi Emit in Substeps.

Under Dynamic Simulation
Dibawah Dynamic Simulation

Step 7

Pergi ke Auto Resize untuk mengaktifkan opsi Auto Resize. Setel nilai Max Resolution menjadi 500 dan Auto Resize Margin menjadi 3.

Auto Resize
Auto Resize

Step 8

Di bawah peluncuran Display, atur opsi Boundary Draw ke Bounding box.

Under Display rollout
Dibawah Display rollout

Step 9

Pergi ke atribut ChunksEmitter1 dan mengatur nilai-nilai Rate (Percent) ke 7000 dan Max Distance ke 0.700.

Go to ChunksEmitter1
Pergi ke ChunksEmitter1

Step 10

Pembukaan Dibawah Fluid Attributes, nyalakan Motion Streaks option.

Under Fluid Attributes rollout
Di bawah peluncuran Fluid Attributes

Step 11

Dibawah peluncuran Fluid Emission Turbulence, atur nilai Turbulence dan Detail Turbulence ke 1.

Under Fluid Emission Turbulence rollout
Di bawah peluncuran Fluid Emission Turbulence

Step 12

Di bawah peluncuran Emission Speed Attributes, atur nilai Speed Method ke Add dan Inherit Velocity ke 1,5.

Under Emission Speed Attributes rollout
Dibawah peluncuran Emission Speed Attributes

Step 13

Tekan tombol Play. Anda akan melihat bingkai yang disimulasikan di viewport, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

Hit the Play button
Hit the Play button

Step 14

Dengan fluid container yang dipilih, buka Content Details > Density dan tetapkan nilai Density Scale menjadi 0,5Buoyancy ke 0, Noise ke 1, dan Dissipation ke 1,8.

Content Details Density
Content Details > Density

Step 15

Di bawah peluncuran Velocity, tetapkan nilai Swirl ke 3.

Under Velocity rollout
Dibawah rollout Velocity

Step 16

Di bawah peluncuran Turbulence, tetapkan nilai Strength ke 0,250Frequency ke 0,200, dan Speed ke 0,100.

Under Turbulence rollout
Dibawah Turbulence rollout

Step 17

Tekan tombol Play untuk melihat efek akhir, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

Hit the Play button
Tekan Tombol Play

Kesimpulan

Di bagian selanjutnya dari seri ini, saya akan menunjukkan cara membuat ledakan bensin di Maya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.